▴banner▴ Ujian Kelulusan : Praktik Haji & Umroh Bimbingan Guru Profesional & Berpengalaman
MA Nurul Hikmah Haurgeulis

Gambar : Siswa-Siswi MA Nurul Hikmah Haurgeulis
Dalam rangka memenuhi salah satu syarat kelulusan, siswa-siswi kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Nurul Hikmah Haurgeulis melaksanakan Ujian Praktik Fikih dengan penuh kesungguhan dan antusiasme. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi pembelajaran, khususnya dalam mengukur kemampuan siswa dalam memahami sekaligus mengamalkan ajaran Islam secara aplikatif.
Pada ujian praktik kali ini, materi yang diujikan adalah pelaksanaan ibadah haji dan umroh. Para siswa dituntut tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mempraktikkan secara langsung setiap rangkaian ibadah, mulai dari niat ihram, tawaf, sa’i, hingga tahallul. Simulasi praktik disusun sedemikian rupa agar mendekati kondisi nyata, sehingga siswa memperoleh gambaran yang lebih konkret tentang pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Ujian praktik ini diampu oleh Bapak Ustadz Muttabi’in Muhammad, S.Pd., yang membimbing siswa dengan penuh dedikasi. Pengalaman beliau yang pernah menunaikan ibadah umroh di Tanah Suci memberikan nilai tambah tersendiri dalam proses pembelajaran. Dengan pengalaman tersebut, beliau mampu menjelaskan secara lebih rinci kondisi nyata di lapangan, mulai dari situasi di Masjidil Haram, tata cara pelaksanaan ibadah, hingga hal-hal teknis yang sering dihadapi jamaah.
Dalam arahannya, beliau juga menekankan pentingnya tidak hanya memahami rukun dan wajib haji serta umroh, tetapi juga menghayati makna spiritual yang terkandung di dalamnya. Hal ini diharapkan dapat membentuk sikap religius dan kesadaran ibadah yang lebih mendalam bagi para siswa.
Pihak madrasah menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi syarat administratif kelulusan, tetapi juga sebagai bekal berharga bagi siswa dalam kehidupan mendatang. Diharapkan, melalui ujian praktik ini, siswa kelas XII MA Nurul Hikmah Haurgeulis mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam pemahaman dan praktik keagamaan.


